Penelusuran

Selamat Datang

Terima Kasih telah masuk ke Blog berbagi ini. Semoga isi blog ini dapat berguna bagi kita bersama . Aamiin...... ( By Erna Widayati )

Selasa, 09 Mei 2023

VLOOKUP dan HLOOKUP

 VLOOKUP dan HLOOKUP adalah fungsi Excel yang dapat dikategorikan sebagai Lookup dan Reference. Fitur ini bisa dibilang basic, jadi jangan heran jika kamu melamar pekerjaan yang berhubungan dengan data. Beberapa perusahaan memastikan bahwa kamu dapat menguasai fitur ini.

Rumus VLOOKUP adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari nilai tertentu dalam kolom atau sumber data lain menggunakan kata kunci vertikal tertentu. HLOOKUP, di sisi lain, digunakan untuk mencari nilai di kolom horizontal atau sumber data lainnya.


Cara Menggunakan Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP

Fungsi VLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format vertikal. Bentuk penulisan fungsinya 

=VLOOKUP(lookup_value, tabel_array, col_index_num).

Fungsi HLOOKUP digunakan untuk menampilkan data dari sebuah tabel yang disusun dalam format horizontal. Bentuk penulisan fungsinya 

=HLOOKUP(lookup_value,tabel_array, row_index_num).


Contoh Pengaplikasian VLOOKUP dan HLOOKUP

  • Menghitung Gaji pokok

Untuk menghitung gaji pokok gunakan fungsi vlookup di sel D5. Setelah mengisi formula disel D5, copy formula atau drag hingga sel D9. Bentuk penulisan fungsinya sama dengan yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu, =VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num).

Yang perlu kamu ketahui Lookup_value, diisi dengan nilai sebagai dasar (nilai kunci) pembacaan tabel data. Table_array merupakan range data yang disusun tegak atau vertikal yang berfungsi sebagai tabel bantu yang akan dibaca. Col_index_num, nomor urut kolom untuk pembacaan tabel yang dimulai dari kolom paling kiri.

Catatan: karena posisi “tabel gaji” yang akan dibaca diposisinya tetap, untuk menghindari kesalahan pada saat copy formula atau drag tambahkan $, untuk mengabsolutkan sel/range. Proses pengerjaannya bisa anda lihat seperti gambar di bawah ini.


  • Menghitung Tunjangan
    • Untuk menghitung tunjangan gunakan fungsi VLOOKUP di sel E5. Setelah mengisi formula di sel E5, copy formula atau drag hingga sel E9. Seperti gambar di bawah ini:

      • Menghitung Total Gaji

      Untuk menghitung total gaji, gunakan fungsi SUM di sel G5 dan tulis rumusnya =SUM(D5:F5). Setelah memasukkan rumus di sel G5, salin atau seret rumus ke sel G9. Atau, kamu dapat menambahkannya ke sel G5 seperti ini: =D5+E5+F5, lalu salin ke bawah.

      • Menghitung Pajak

      Untuk menghitung pajak gunakan fungsi HLOOKUP di sel H5, copy formula atau drag hingga sel H9. Seperti gambar di bawah ini.

      • Menghitung Gaji Bersih
      Gunakan fungsi SUM di sel I5 seperti ini =SUM(G5-H5), copy formula atau drag hingga sel I9. Atau kamu juga bisa gunakan perintah =G5-H5, kemudian copy atau drag ke bawah sampai sel I9.

      Perintah terakhir adalah menghitung “total” masing-masing bagian yang telah kamu kerjakan sebelumnya, dengan menggunakan fungsi SUM di sel D10, copy formula atau drag ke samping kanan sampai ke I10. Hasil akhir semua pengerjaan di atas, bisa di lihat seperti gambar di bawah ini.


      Senin, 13 Maret 2023

      SISTEM KOMPUTER

       A. Komputer dan Komponen Penyusunnya

      Secara umum, komputer adalah peralatan elektronik yang menerima masukan data, mengolah data, dan memberikan hasil keluaran dalam bentuk informasi, baik itu berupa gambar, teks, suara, maupun video. Secara sederhana, sebuah komputer menerima data (teks, suara, klik, sentuhan, atau lainnya) dari peranti masukan, kemudian Central Processing Unit (CPU) memproses masukan tersebut, dan menghasilkan output berupa tampilan informasi, sinyal reaksi, dll. yang direpresentasikan melalui peranti keluaran.

      1. Sistem Komputer

      Sistem Komputer terdiri atas beberapa bagian berikut: 1) Perangkat Keras (Hardware), 2) Perangkat Lunak (Software), 3) Pengguna.

      Semua komponen tersebut saling mendukung sehingga komputer dapat beroperasi. Perangkat keras komputer membutuhkan perangkat lunak agar komputer bisa dihidupkan dan difungsikan. Jika hardware yang tidak disertai software, komputer hanyalah sebuah mesin yang tidak berguna. Hal ini dikarenakan software tercipta untuk menulis fungsionalitas pada komputer tersebut sehingga terciptalah sebuah komputer yang memiliki fungsi untuk digunakan. Hardware saja ibarat tubuh manusia tanpa jiwa.

      a. Perangkat Keras (Hardware)

      Perangkat keras komputer (hardware) adalah komponen fisik pada komputer yang dapat disentuh, dilihat atau dipindahkan. Contoh perangkat keras ialah mouse, harddisk, processor, RAM, printer, scanner dll.

      b. Perangkat Lunak (Software)

      Perangkat lunak komputer (software) tidak terlihat secara fisik, tetapi berfungsi dan dapat dioperasikan oleh pengguna melalui antarmuka yang disediakan. Fungsinya ialah untuk menjembatani pengguna dengan perangkat keras. Perangkat lunak adalah kode-kode program yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman. Kode-kode tersebut merupakan kumpulan perintah atau instruksi untuk menjalankan tugas tertentu sesuai dengan keinginan pengguna, atau untuk mengendalikan kerja perangkat keras. Jika sebuah sistem komputer diibaratkan manusia, perangkat keras adalah “otak” dan perangkat lunak adalah “pikiran”. Contoh perangkat lunak ialah sistem operasi, aplikasi (app), dll. 

      Sistem operasi yang banyak dipakai saat ini ialah MS Windows, MacOS, dan Linux, sedangkan perangkat lunak lain yang menjadi sistem operasi ponsel pintar adalah Android.

      c. Pengguna (Brainware)

      Pengguna adalah orang yang menggunakan atau mengoperasikan komputer.

      2. Jenis-Jenis Komputer

      Berdasarkan ukurannya, komputer dibagi menjadi beberapa jenis antara lain: - Microcomputer (Komputer Mikro) Komputer mikro merupakan komputer yang memiliki ukuran paling kecil dibandingkan dengan jenis komputer lainnya dan menggunakan microprocessor sebagai CPU. Contoh dari komputer mikro antara lain Ultrabook, permainan konsol, telepon pintar dan Tablet. Karena ukuran yang kecil dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan jenis komputer lainnya, komputer mikro paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

      - Komputer Personal (PC, Personal Computer)

      Komputer personal atau PC memiliki ukuran yang lebih besar dari komputer mikro dan memiliki kemampuan penyimpanan dan pengolahan data yang lebih besar dibandingkan dengan komputer mikro, dan dibuat untuk penggunaan personal. PC dapat berbentuk desktop PC (dirancang untuk ditaruh di meja), atau untuk dapat dijinjing dan dibawa-bawa (laptop).

      - Mini PC

      Merupakan komputer “peralihan” dari komputer personal ke komputer mini yang dipakai di industri. Biasanya, dipakai untuk industri kecil atau personal untuk keperluan profesional atau industri kecil.

      - Minicomputer

      Berbeda dengan komputer personal, komputer mini berukuran lebih besar, dan mempunyai kapasitas memori maupun pemroses yang lebih besar. Komputer mini dipakai menunjang kebutuhan pengolahan informasi perusahaan skala menengah. Saat ini, komputer mini kurang populer dan makin sedikit digunakan karena perusahaan lebih praktis untuk menyewa komputer di cloud yang memudahkan pemeliharaannya.

      - Komputer Mainframe

      Komputer Mainframe berukuran lebih besar dibandingkan dengan komputer dan biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai server (peladen).

      - Super computer

      Dibandingkan dengan komputer lainnya, supercomputer memiliki ukuran yang paling besar dan memiliki kapasitas pengolahan data dan kinerja yang paling kuat. Super Komputer memiliki kemampuan untuk melakukan triliunan perintah atau instruksi per detik yang dapat dihitung dalam FLOPS (Floating Point Operation per Second). Sama seperti minicomputer dan mainframe, pengguna super komputer biasanya ialah perusahaan atau organisasi besar, misalnya NASA yang menggunakannya dalam meluncurkan dan mengendalikan pesawat dan roket.

      B. Interaksi Manusia dan Komputer

      Sebuah sistem komputasi terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak yang saling berinteraksi. Interaksi antarmuka seringkali digunakan untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya, mulai dari perangkat masukan dan keluaran yang dikendalikan oleh sistem operasi, dan kemudian dapat ditambahkan berbagai aplikasi yang dapat dipakai oleh pengguna. Berbagai macam jenis interaksi dapat dilakukan oleh pengguna dengan sistem komputer, di antaranya seperti berikut.

      1. Berbasis GUI (Graphical User Interface)

      Merupakan antarmuka yang menggunakan menu grafis untuk memudahkan pengguna berinteraksi dengan komputer. GUI merupakan antarmuka pada sistem operasi komputer yang menggunakan menu grafis. Pengguna berinteraksi melalui ikon, menu, dialog dengan button dan text box, radio button (untuk satu pilihan), atau checkbox (untuk banyak Pilihan).

      2. Antarmuka Berbasis Perintah (Command Line Interface/CLI)

      Sistem operasi berbasis CLI merupakan tipe antarmuka melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan barisbaris tertentu.

      3. Melalui Suara (Audio)

      Antarmuka menggunakan suara memungkinkan pengguna mengucapkan sesuatu dan hasilnya akan direkam, dalam bentuk format audio. Antarmuka ini hanya dimungkinkan jika perangkat keras menyediakan perekam suara dan melalui aplikasi.

      4. Melalui Gambar (Video)

      Antarmuka menggunakan gambar hanya dimungkinkan jika perangkat keras menyediakan kamera. Kamera akan merekam gambar dan melalui aplikasi akan menyimpan gambar dalam format video.

      5. Melalui Berbagai Piranti Masukan Lainnya

      Selain melalui perangkat lunak, pengguna dapat berinteraksi langsung ke komputer melalui piranti masukan, seperti yang dijelaskan sebelumnya (keyboard, joystick, mouse, touchpad, layar sentuh, keyboard virtual, dll).

      C. Kolaborasi dalam Sistem Komputer

      Dari semua uraian di atas, terlihat bahwa di dalam sebuah sistem komputer, perangkat keras berkolaborasi dengan perangkat lunak aplikasi atau piranti lain melalui sistem operasi. Sistem Operasi pun berkolaborasi dengan aplikasi untuk berinteraksi dengan pengguna. Kolaborasi itu menghasilkan sebuah sistem komputasi yang akan bermanfaat bagi pengguna. 

      Komputer tunggal seperti seorang manusia, yang di dalam tubuhnya beroperasi sistem-sistem yang berfungsi sesuai peran dari setiap organ tubuh. Pikiran manusia akan menggerakkan anggota tubuh seperti tangan dan kaki karena adanya sistem syaraf. Indra penglihat, peraba, perasa akan memberikan signal kepada sistem syaraf untuk membuat manusia bereaksi, bergerak, dan melakukan tindakan. Inilah yang menjadi dasar manusia menciptakan robot-robot yang bertindak dan berperilaku sesuai program yang disimpan dalam robot tersebut. 

      Bahwa dalam sistem komputer, terjadi interaksi dan kolaborasi. Ini dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti software yang digunakan di sebuah toko, warnet, kantor, rumah sakit, dan sebagainya. Seperti ketika melakukan instalasi program aplikasi penggajian (payroll) di komputer atau laptop kantor yang datanya masih perlu diolah dengan pengolah lembar kerja. 

      Contoh lainnya ialah ketika membeli laptop baru dan akan membuat laporan di dalamnya, perlu menginstal sistem operasi terlebih dulu, sebelum aplikasi pengolah kata. Hal ini menunjukkan bahwa kedua software di atas saling bekerja sama satu sama lainnya, sebuah software bergantung pada software lainnya. Salah satu contoh dari interaksi hardware dengan sesama hardware ialah saat kita mencolokkan sebuah perangkat keras dengan perangkat keras lain. 

      Misalnya, saat kita mengambil photo menggunakan webcam yang ada pada komputer dan kemudian hasilnya akan dicetak menggunakan printer. Pada kasus ini, webcam akan mengirimkan gambar ke komputer, dan gambar yang akan dicetak ke printer dibuka oleh aplikasi lain. Interaksi webcam dan memori komputer dilakukan melalui sistem operasi yang dijalankan pada komputer. Interaksi antarperangkat keras ini membutuhkan perangkat lunak sebagai perantara. 

      Interaksi antarmuka hardware dan software terlihat sedikit lebih rumit karena software harus dirancang dan dibuat agar dapat mengenali atau dikenali oleh hardware. Contohnya, sebelum menggunakan printer, biasanya pengguna akan memasang sebuah program yang disebut driver agar komputer dapat untuk mengenali printer. 

      Driver pada komputer adalah komponen system software yang berfungsi sebagai perangkat komunikasi antara sistem operasi dan hardware. Driver menggunakan kode biner untuk memerintah hardware melakukan perintah yang diberikan oleh sistem operasi dan mengambil data yang dikirimkan oleh hardware. Begitu juga selanjutnya, sistem operasi memberikan data ke printer agar printer bekerja mencetak dokumen. Program yang akan dipasang ialah termasuk software, dan printer yang dihubungkan dengan komputer atau laptop sebagai hardware. Dapat disimpulkan, telah terjadi hubungan yang memerlukan antarmuka antara software, komputer atau laptop, dan pengguna.


      D. Sistem Operasi

      Sistem operasi (OS) adalah perangkat lunak sistem yang mengelola perangkat keras komputer, sumber daya perangkat lunak, dan menyediakan layanan umum untuk program komputer. Sistem operasi berfungsi untuk mengendalikan, mengontrol atau memberikan koneksi antarperangkat keras komputer. Contoh dari sistem operasi ialah MS Windows, Linux, MacOS, Android, iOS, dan sebagainya. Pada saat sebuah komputer dalam keadaan hidup, Sistem Operasi (SO) hidup di atas perangkat keras dan mengendalikan perangkat keras serta melayani perangkat lunak. Saat sebuah komputer dalam keadaan mati, tentu Sistem Operasi mati. Lalu, bagaimana Sistem

      Operasi mulai dihidupkan saat perangkat keras mulai dihidupkan?

      Semua program komputer termasuk Sistem Operasi dimuat dalam CPU saat dijalankan. Pada saat sebuah komputer dihidupkan, CPU belum mengandung program. Proses menyalakan komputer dan membuat Sistem Operasi mulai bekerja disebut booting. Booting adalah urutan startup (membangunkan) Sistem Operasi komputer saat dinyalakan. Pada saat booting, semua komponen perangkat keras dalam komputer dibangunkan. Ada 5 langkah penting saat booting: daya (power) dihidupkan, POST (Power On Self Test), memuat BIOS (Basic Input Output System), memuat sistem operasi, kemudian perangkat keras mengalihkan kontrol ke Sistem Operasi.

      Fungsi Sistem Operasi secara lebih rinci dapat dijelaskan sebagai berikut.

      1. Menyediakan antarmuka ke pengguna untuk berinteraksi dengan komputer. Tanpa antarmuka yang mudah digunakan, komputer akan sulit untuk digunakan.

      2. Mengendalikan input dan output.

      3. Mengelola perangkat keras dan periferal.

      4. Mengelola pemuatan perangkat lunak dan menjalankan perangkat lunak.

      5. Mengelola file (copy, save, sort, delete).

      6. Menangani interupsi dan kesalahan (error).

      7. Mengelola prosesor.

      8. Mengelola memori.

      9. Mengelola keamanan.

      10. Menangani komunikasi dengan jaringan.

      Dari semua fungsi di atas, kalian dapat membayangkan, bahwa sebuah SO pun terdiri atas komponen-komponen dengan tugasnya masing-masing. Setiap komponen akan menjalankan tugas sesuai fungsinya yang spesifik. Pada kegiatan berikut ini, kalian akan lebih memahami salah satu fungsi Sistem Operasi dengan menjalankan tugas scheduler.

      1. Multitasking

      Kalian tentu pernah melakukan “multitasking”, yaitu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, misalnya sambil merajut, nonton TV, bahkan sesekali menengok HP. Sambil menyapu, kalian mendengarkan musik bahkan ikut bernyanyi. Manusia mempunyai kemampuan multitasking, walaupun untuk beberapa kondisi, perlu dilakukan dengan hati-hati, misalnya sangat berbahaya menonton video sambil menyetir mobil. Multitasking yang tidak dikendalikan dengan baik, belum tentu menambah efisiensi dan hasilnya belum tentu baik. Misalnya, belajar sambil menonton sepak bola dapat memecah perhatian sehingga kalian tidak belajar dengan baik.

      Sebuah komputer yang sedang melakukan multitasking, misalnya saat penggunanya sedang menjalankan aplikasi pengolah kata, aplikasi pengolah lembar kerja, aplikasi presentasi, an aplikasi Paint untuk menggambar. Pengguna memindahkan sepotong teks dari satu aplikasi ke lainnya lewat clipboard yang sebetulnya juga sebuah “aplikasi”. Diam-diam, jam yang tertulis di pojok layar juga sedang bekerja. Jika sedang terhubung ke jaringan, tiba-tiba email masuk dan komputer menampilkan pesan. Komputer dan SO sangat “sibuk”, bukan?

      Seperti dijelaskan di atas, salah satu fungsi sistem operasi ialah menangani multitasking. Sistem Operasi tidak menangani multitasking seperti manusia karena komputer hanya mempunyai satu prosesor, dan prosesor itu yang menjalankan program. Sistem Operasi dapat melakukan multitasking dengan menjalankan algoritma “round robin” (RR). Ya, sebuah algoritma karena Sistem Operasi adalah sebuah program juga. Prinsip dari algoritma penjadwalan round robin dijelaskan sebagai berikut.

      Round-Robin (RR) ialah salah satu algoritma yang digunakan oleh penjadwal proses (process scheduler) dalam sebuah sistem operasi. Pada algoritma RR, ditentukan suatu slot waktu (time slice) yang akan dialokasi ke setiap proses dalam porsi yang sama dan dalam urutan melingkar, menangani semua proses tanpa prioritas. Penjadwalan RR sederhana, dan mudah diterapkan. Penjadwalan RR dapat diterapkan pada masalah penjadwalan lainnya, seperti penjadwalan paket data di jaringan komputer. Nama algoritma ini berasal dari prinsip round-robin, di mana setiap orang mengambil bagian yang sama dari sesuatu secara bergantian.

      Agar proses dikerjakan secara adil, penjadwal RR memberikan setiap pekerjaan slot waktu atau penyisihan waktu CPU, dan menginterupsi pekerjaan belum selesaikan saat itu. Pekerjaan dilanjutkan saat slot waktu berikutnya ditetapkan bagi proses itu. Jika proses selesai atau mengubah statusnya menjadi menunggu selama slot waktu yang diberikan, penjadwal memilih proses pertama dalam antrean siap untuk dieksekusi. Dengan tidak ada banyak pekerjaan yang dilakukan, atau jika slot waktu relatif besar terhadap ukuran pekerjaan, proses yang menghasilkan pekerjaan besar akan lebih banyak dikerjakan daripada proses lainnya.

      Misalnya, jika slot waktu ialah 100 milidetik (mili second/ms), dan job1 membutuhkan total waktu 250 ms untuk menyelesaikannya, penjadwal RR akan menangguhkan pekerjaan setelah 100 ms dan memberikan waktu pada pekerjaan lain di CPU. Setelah pekerjaan lain memiliki bagian yang sama (masing-masing 100 ms), job1 akan mendapatkan alokasi waktu CPU lain dan siklus akan berulang. Proses ini berlanjut hingga pekerjaan selesai dan tidak membutuhkan waktu lagi di CPU.

      Job1 membutuhkan 250 ms untuk dapat diselesaikan, dengan slot 100 ms

      Alokasi pertama 100 ms.

      Alokasi kedua 100 ms.

      Alokasi ke-3 100 ms tetapi job1 selesai dan diakhiri [ada 50 ms. Jadi, waktu CPU untuk job1 = 250 ms. Ada dua pendekatan algoritma untuk menyelesaikan RR scheduler.

      Algoritma Pertama (dengan algoritma ini, CPU tidak pernah berhenti)

      1. Selama periode satu slot waktu (kuantum): jika ada job selesai, hapus dari antrean, ambil berikutnya.

      2. Di akhir satu kuantum: antrekan kembali, ambil giliran berikutnya Algoritma Kedua

      1. Selama Periode Satu Kuantum: Jika Ada Job Selesai, Hapus Dari Antrean, Tunggu Sampai Akhir Kuantum.

      2. Di Akhir satu kuantum: antrekan kembali, ambil giliran berikutnya. Tabel berikut menunjukkan waktu kedatangan dan waktu eksekusi dari beberapa proses, dengan slot 100 ms dan eksekusi dari proses-proses tersebut.


      Nah, perancang sistem dapat mengatur kuantum yang optimal jika perilaku pekerjaan (job) yang harus ditangani oleh komputer diketahui. Ini membutuhkan berpikir komputasional. Pada komputer personal, hal ini tidak penting. Namun, dalam sebuah sistem komputer mainframe atau sistem komputasi dengan banyak mesin yang melayani banyak pengguna dengan karakteristik masing-masing, mengoptimasi pelaksanaan pekerjaan menjadi sangat penting

      TUGAS

      1. Jelaskan yang dimaksud dengan Multitasking pada sistem komputer!

      2. Jelaskan komponen-komponen pada sistem komputer!

      3. Jelaskan tentang sistem operasi!

      4. Sebutkan fungsi dari sistem operasi

      5. Jelaskan perbedaan sistem operasi dan aplikasi!





      Selasa, 07 Februari 2023

      Microsoft Excel

      Microsoft Excel adalah program perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mengolah dan menghitung data yang bersifat numerik (angka). Pengolahan data dilakukan menggunakan rumus dalam lembar spreadsheet. Bentuk lembar kerja di Microsoft Excel berbeda dengan yang ada di Microsoft Word

      Selain itu, microsoft excel juga memiliki manfaat dan fungsi yang baik untuk statistik karena memiliki fitur analysis toolpak. Adapun fungsi-fungsi yang disediakan pada tools Analysis ToolPak antara lain: Anova: Penggunaan fungsi ini bergantung pada jumlah faktor dan sampel yang anda miliki berdasarkan populasi yang ingin anda uji, 

      lalu ada Correlation dan Covariance :kedua tools ini dapat digunakan untuk melihat hubungan antar variabel, Descriptive Statistic: untuk melihat tendensi sentral dan variabilitas data anda, Exponential Smoothing, F-Test Two Sample of Variances, Fourier Analysis, Histogram, Moving Average, Random Number Generation, Rank and Percentile, Regression, Sampling, t-Test, dan z-Test.

      Dengan microsoft excel dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas penggunanya. Semakin efisien pekerjaan kamu, tugas-tugas yang lebih cepat, dan proyek akan cepat selesai, sehingga memungkinkan kamu untuk menyediakan layanan yang lebih baik dan lebih bisa bersaing di lini bisnis. Excel adalah salah satu tools vital untuk mempercepat produktivitas dan memungkinkan pekerjaan lebih efisien ketika berhadapan dengan sejumlah besar data dan perhitungan. Ketika kamu memahami excel pada tingkat yang lebih atau advanced, kamu akan memiliki kemudahan untuk menyelesaikan tugas dan menganalisis data kamu yang lebih cepat juga.

      Microsoft Excel kita bisa dengan cepat membuat berbagai visualisasi data, dari tabel dan matriks ke line chart, pie chart, bar chart, radar, maps dan masih banyak lagi. Untuk setiap visualisasi yang ingin kita buat, kita memulai pada lembar Power View dengan membuat tabel, yang kemudian kita dengan mudah mengonversi ke visualisasi lain, untuk menemukan yang terbaik mengilustrasikan data kita. Salah satu contoh kita dapat memvisualisasikan dengan peta di Power View menggunakan petak peta Bing, jadi kita dapat memperbesar, memperkecil dan menggerakkan seperti pada peta Bing lainnya. Menambahkan lokasi dan bidang meletakkan titik pada peta.

      Rumus Excel

      Berikut adalah 20 rumus Excel yang cukup sering dipakai.

      1. SUM

      SUM adalah rumus Excel yang digunakan untuk menjumlahkan angka pada sel-sel tertentu. Contohnya jika Anda ingin menjumlahkan angka pada sel A2 sampai sel A10 maka rumus yang digunakan adalah: =SUM(A2:A6)

      2. MAX dan MIN

      MAX dan MIN adalah rumus Excel yang digunakan untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam deretan sel yang berisi angka. Contohnya jika Anda ingin mencari nilai tertinggi dan terendah dari hasil penjualan bulan Januari 2020 - Januari 2021, masukkan hasil penjualan data pada 1 sel deret ke bawah atau ke samping (misal sel A2 sampai sel A13). Lalu Anda bisa menggunakan rumus: Terbesar: =MAX(A2:A13) Terkecil: =MIN(A2:A13)

      3. AVERAGE

      Rumus Excel AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada beberapa jumlah sel. Contohnya, Anda sedang mencari rata-rata nilai mata kuliah yang ada pada sel A2 hingga A20, Anda bisa menggunakan rumus: =AVERAGE(A2:A20)

      4. COUNT

      Rumus COUNT pada Excel berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka. Contohnya adalah data pada sel A1 sampai sel M1 terdapat data angka dan data huruf. Untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka maka Anda bisa menggunakan rumus ini: =COUNT(A1:M1)

      5. COUNTA

      Hampir sama dengan COUNT, rumus Excel COUNTA digunakan bukan hanya menghitung jumlah sel yang berisi angka, tetapi juga sel berisi apapun. Sehingga Anda bisa menghitung jumlah sel yang tidak kosong. Contohnya, Anda memiliki data angka dan juga kata pada sel A1 sampai dengan sel P1. Di antara sel tersebut terdapat beberapa sel yang kosong. Untuk menghitung jumlah sel yang berisi data, Anda bisa menggunakan rumus Excel: =COUNTA(A1:P1)

      6. TRIM

      Rumus Excel TRIM berguna untuk menghapus spasi yang berlebih pada kalimat yang ada di sel. Rumus ini hanya bisa diaplikasikan pada satu sel saja. Contoh rumusnya adalah: =TRIM(A3)

      7. IF

      Rumus IF merupakan rumus Excel yang digunakan untuk memainkan logika tertentu. Rumus ini memang cukup kompleks untuk digunakan. Biasanya rumus ini digunakan untuk menganalisis data benar/salah dan lulus/tidak lulus. Contohnya jika Anda ingin mendapatkan data mahasiswa yang lulus dan yang mengulang sesuai dengan nilai rata-rata yang ditentukan, Anda bisa menggunakan rumus logika ini: =IF(A2>75;"LULUS";"MENGULANG")

      8. AND

      Rumus Excel AND digunakan untuk menentukan benar (TRUE) atau salah (FALSE) pada data yang ada di sel menggunakan rumus logika. Contohnya saat Anda ingin mencari tahu "apakah nilai A1 lebih dari 75 dan kurang dari 100?" maka bisa menggunakan rumus ini. Jika data pada sel memenuhi kriteria maka akan muncul hasil dengan tulisan TRUE begitu sebaliknya. Rumusnya adalah: =AND(A1>75;A1<100)

      9. OR

      Hampir sama dengan rumus AND, rumus OR juga berfungsi untuk menentukan salah atau benarnya data yang ada di sel. Bedanya, rumus AND harus memenuhi semua kriteria yang ada di rumus logika, sedangkan rumus OR boleh memenuhi salah satu kriteria rumus logika. Contohnya jika Anda memiliki data angka, dan ingin mencari tahu "apakah nilai A1 kurang dari 60 atau lebih dari 90?". Jika memenuhi salah satunya maka akan muncul hasil TRUE. Begini rumusnya: OR(A1<60;A1.90)

      10. NOT

      Rumus Excel NOT adalah kebalikan dari rumus AND dan OR. Karena rumus ini akan memunculkan jawaban TRUE pada data yang tidak masuk kriteria. Contohnya Anda mencari tahu "apakah nilai A1 tidak lebih dari 100?" jika angkanya adalah kurang dari 100 maka akan muncul hasil TRUE. Rumusnya adalah: =NOT(A1>100)

      11. VLOOKUP

      Rumus satu ini memang cukup susah dan ribet. Tapi, jika mengerti tujuan dan penggunaan rumus ini, pekerjaan akan lebih mudah dan ringkas. Rumus Excel VLOOKUP digunakan untuk mencari data secara vertikal atau tegak. Dengan rumus berikut: =VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,[range_lookup])

      Keterangan:

      Lookup_value: Isi sel atau nilai yang diketik. Table_array: Sel atau tabel yang digunakan untuk rujukan pencarian. Col_Index_num: Kolom yang ditunjukkan untuk mengambil nilai. Range_Lookup: Bisa dikosongkan, bisa juga diisi dengan "True" untuk tabel yang disusun berurutan dengan pencarian diartikan sebagai sama dengan atau lebih kecil. Bisa diisi dengan "False" untuk tabel yang tidak harus berurutan dan diartikan sebagai sama persis.

      12. HLOOKUP

      Sama halnya dengan VLOOKUP, rumus Excel Hlookup digunakan untuk mencari data, bedanya rumus ini ditujukkan untuk data-data horizontal atau mendatar. Dengan rumus yang digunakan adalah: =HLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,[range_lookup])

      13. CHOOSE

      Rumus Excel ini digunakan untuk memilih dan menampilkan suatu nilai pada satu list nilai. Rumus ini digunakan untuk memilih 1 nilai sampai 254 sesuai dengan nomor indeks. Contohnya, nilai 1 - 7 adalah nama hari dalam satu minggu, rumus ini akan menempatkan nama salah satu hari jika menggunakan nomor indeks 1 sampai dengan 7. Rumusnya adalah: 

      =CHOOSE(index_num,value1,[value 2],.....)

      14. PRODUCT

      Rumus Excel ini berguna untuk melakukan perkalian pada data yang ada di suatu range. Rumus Excel ini ditulis seperti di bawah ini: =PRODUCT(numb1_numb2) Contohnya, jika ingin mengalikan data pada kolom B3 dan B9, maka rumusnya menjadi 

      =PRODUCT(B3,B9).

      15. POWER

      POWER digunakan untuk menghasilkan bilangan pangkat, misalnya Anda sedang mencari tahu 6 pangkat 12, letakkan angka 6 misal pada kolom A3 dan angka 12 pada B2, maka gunakan rumus di bawah ini:

      =POWER(A3,B2)

      16. SQRT

      Rumus yang berfungsi untuk menghasilkan nilai akar dari bilangan. Misalkan Anda ingin mencari tahu akar dari 144, maka bisa menggunakan rumus:

       =SQRT(144)

      17. CONCATENATE

      Rumus Excel ini digunakan untuk menggabungkan data. Misalkan Anda ingin menggabungkan data di kolom C1 dan C2, maka rumusnya adalah: 

      =CONCATENATE(C1;C2)

      18. CEILING

      Rumus ini digunakan untuk membulatkan angka pada kelipatan sepuluh ke angka atas terdekat. Misalkan Anda mencantumkan data di B2 sebesar Rp 36.399, jika menggunakan rumus ceiling, akan menentukan hasil pembulatan ke angka atas terdekat menjadi Rp 36.400, dengan rumus:

      =CEILING(B2;10)

      19. COUNTIF

      Rumus COUNTIF adalah rumus Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah sel yang memiliki kriteria sama untuk kebutuhan sortir data. Misalkan Anda sedang melakukan survei dan ingin tahu kecenderungan orang membaca berita (Online atau Koran), dari 100 responden, berapa orang yang lebih menyukai membaca berita melalui koran. Jika data responden ada di kolom B2 sampai B101, maka rumusnya adalah:

      =COUNTIF(B2;B101;"Koran")

      20. PROPER

      PROPER berfungsi untuk mengubah huruf pertama pada teks menjadi huruf kapital, misalnya Anda menulis "warga negara indonesia" di el A2, maka gunakan rumus excel ini:

       =PROPER(A2) untuk menghasilkan teks "Warga Negara Indonesia". 




      Rabu, 01 Februari 2023

      ANALISIS DATA

       A. Pengenalan Perkakas Analisis Data

      1. Google Colaboratory (Google Colab)

      Aktivitas 1: Mengenal Google Colab

      Aktivitas ini dilakukan untuk memulai mengenal alat/lingkungan analisis data, salah satunya ialah Google Colab. Google Colab atau Google Colaboratory adalah salah satu lingkungan pengembangan aplikasi terintegrasi yang disediakan oleh Google secara online (Online IDE). Karena sifatnya yang online, maka pengguna tidak perlu melakukan instalasi dan dapat langsung menggunakan Google Colab untuk menulis program dan melakukan pengolahan data dari Internet. Selain itu, Google Colab juga memiliki banyak fungsi serta library yang dapat digunakan untuk membantu pengolahan data, termasuk untuk melakukan scraping. Sebelum membuat program, berikut beberapa langkah mengenal penggunaan

      Google Colab.

      1. Buka Google Colaboratory melalui link https://colab.research.google. com/ Jika diminta untuk Sign-In, silakan masuk dengan menggunakan akun Google/GMail.

      2. Buat catatan baru melalui pilihan NEW NOTEBOOK seperti diperlihatkan pada Gambar 6.3. Notebook adalah penamaan untuk ile kerja di dalam Google Colab, tempat membuat berbagai macam dokumen, termasuk teks dokumen/catatan dan teks kode program Python.

      Perhatikan bahwa Google Colab memiliki beberapa bagian area kerja yang hampir serupa dengan berbagai IDE yang lain. Beberapa objek yang ada di Google Colab diperlihatkan pada Gambar 6.3, yaitu seperti berikut.

      a. Nama Notebook, yang merupakan nama ile berekstensi ipynb (Ipython Notebook). Kita bisa mengganti nama notebook dengan mengklik nama notebook tersebut.

      b. Star,yang menandakan tingkat kepentingan ile ini. 

      c. Header Kanan, yang berisi pilihan komentar, pilihan untuk berbagi (share), pengaturan (setting) ile, serta pengaturan akun.

      d. Menubar, yang berisi pilihan menu seperti File, Edit, View dan lain sebagainya. 

      e. Panel Kiri, yang berisi beberapa ikon menu seperti Daftar Isi, Pencarian, Penyisipan Kode, Pengelolaan File, dan Pemilihan Perintah.

      f. Toolbar Atas, yang berisi pilihan ikon untuk Penambahan Kode atau Teks, Pilihan Koneksi, dan Pilihan Menutup Menubar.

      g. Konten Notebook, yang berisi tulisan kode program atau teks yang kita tulis. 

      h. Cell Toolbar, yang berisi pilihan ikon untuk mengatur sel pada konten Pemindahan Atas atau bawah, Koneksi Antarsel, Penambahan komentar, Pengaturan Editor,

      Penggandaan, Penghapusan Sel dan lain sebagainya.

      3. Mulailah untuk membuat kode program Python dengan mencetak sebuah teks  Ketik satu baris kode tersebut di area Konten Notebook.

      4. Untuk menguji hasil dari kode program tersebut, tekan tombol “Run cell” (bulat dan segitiga) yang ada di pojok kiri area Konten Notebook. Jika berhasil, layar output akan menghasilkan teks sesuai yang diharapkan di bawah Konten Notebook  Setelah berhasil, kita siap untuk membuat program Python menggunakan Google Colab ini.


      2. Python

      Bahasa Pemrograman Python Aktivitas AD-K10-02-P: Mengenal Python Aktivitas pemanasan ini dilakukan untuk memulai mengenal sebuah bahasa pemrograman yang menyediakan library untuk analisis data, yaitu Python.

      Untuk membantu berkomunikasi dengan komputer, kita perlu sebuah bahasa yang dipahami baik oleh manusia maupun komputer, dalam hal ini bahasa Pemrograman. Secara umum, bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan untuk membuat program yang akan memberikan perintah kepada komputer untuk melakukan sesuatu. Ada berbagai jenis bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat program. Salah satu bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk melakukan analisis data karena menyediakan library untuk berbagai tahap proses analisis data, ialah bahasa Python.

      Python merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer, seperti halnya bahasa C yang digunakan dalam unit pembelajaran Algoritma dan Pemrograman. Pada bagian ini, akan dibahas beberapa dasar pemrograman Python, terutama yang terkait dengan analisis data. Perhatikan bahwa pemrograman di materi analisis data ini hanya digunakan sebagai alat bantu. Algoritma dan pemrograman juga akan sedikit disinggung dalam unit pembelajaran ini sebagai bentuk latihan dan eksplorasi, memahami eksekusi yang terjadi khususnya dalam setiap proses analisis data. Jadi, kalian tidak perlu terlalu bingung memikirkan aturan bahasa pemrograman Python yang diberikan.

      a. Cetak Data (print)

      Perintah yang paling sederhana dalam bahasa pemrograman ialah perintah untuk mencetak suatu nilai atau data (output). Seperti halnya pada Gambar 6.6 yang sudah disajikan sebelumnya, mencetak data dalam Python dapat dilakukan dengan menggunakan perintah print. Kalian dapat mengubah parameter atau isi di dalam tanda kurung print dengan data yang lain, misalnya menggantinya dengan “Selamat Datang”. Setelah kode program dieksekusi atau dengan menekan tombol Run, program akan menampilkan data seperti yang diharapkan.

      Latihan 1

      1. Gantilah data dalam print dengan print(“2 + 3”), kemudian jalankan (Run). Apa hasilnya?

      2. Kemudian, ganti kembali data dalam print dengan print(2 + 3). Apa hasilnya?

      3. Ganti kembali data dalam print dengan print(“2” + “3”). Apa hasilnya?

      4. Apa makna dari penggunaan tanda petik tersebut? 

      Tanda petik digunakan untuk mencetak data string, yang berupa nilai alfanumerik dan tanda baca, yang tidak memiliki nilai aritmatika. Artinya, string “2” ditambah (atau lebih tepatnya dijejerkan) dengan string “3”, hasilnya string “23”. Tidak masuk akal string “2” dikurangi atau dikalikan string “3”, sedangkan jika bilangan 2 dikurangi atau dikalikan 3, pasti ada nilai bilangannya. Sampai di sini, apakah kalian paham? Silakan, diskusikan dengan teman dan guru.

      Pemrograman Python di sini serupa dengan pemrograman C di unit pembelajaran Algoritma Pemrograman. Di program-program selanjutnya, kalian akan belajar Python dengan pendekatan prosedural seperti halnya belajar C. Untuk melihat hubungannya, kalian bisa melihat kembali tabel perbandingan bahasa Python dan bahasa C di unit pembelajaran Algoritma Pemrograman.

      b. Pemberian Nilai Data (Assignment)

      Selain mencetak langsung dari data yang ada di dalam tanda kurung, data lain yang pengisiannya di luar tanda kurung juga dapat dicetak. Pengisian atau pemberian nilai data ini disebut assignment.  Assignment dilakukan dengan menyediakan sebuah nama (variabel) yang kemudian diisi dengan suatu nilai data menggunakan tanda sama dengan (“=”). Perhatikan baris perintah pertama pada Gambar 6.7. Dalam baris tersebut, variabel bil1 diisi dengan nilai 10. Sebelum ke baris keempat, perhatikan catatan berikut.


      Latihan 2

      1. Jika diperhatikan, ada berapa nama variabel yang digunakan dalam Gambar 6.6?

      2. Apa makna dari baris ke-2 dan ke-3 dalam Gambar 6.6?

      Setelah dilakukan penjumlahan dan data nilai hasilnya disimpan ke dalam variabel jumlah, data ini kemudian dicetak pada baris 4. Kita dapat melihat hasil cetak atau keluaran (output) dari variabel jumlah setelah program ditulis lengkap kemudian di- Run. Perhatikan bahwa mencetak dapat dilakukan cukup dengan menuliskan nama variabel yang akan dicetak tanpa menggunakan perintah print, khususnya jika berada di baris terakhir kode program.

      Latihan 3

      Sebelum perintah menjumlahkan (baris 3), tambahkan baris perintah untuk mencetak bil2 tanpa menggunakan perintah print.

      1. Dapatkah bil2 tercetak di hasil eksekusi?

      2. Kemudian, sekarang tambahkan perintah print pada baris untuk mencetak bil2 dan jumlah. Dapatkah kedua variabel tersebut tercetak?

      c. Banyak Nilai untuk Satu Variabel (Array)

      Latihan 4

      1. Ketikkan kode program berikut, kemudian lihat hasil eksekusinya.

      2. Apakah output dari variabel bil1 pada baris keempat? Nilai 5 saja? Ke manakah nilai 10-nya?

      Perhatikan bahwa pada variabel bil1, bil2, dan jumlah, kita menyimpan data dengan satu nilai saja untuk setiap variabel. Jika kita mengisi kembali variabel dengan nilai yang lain, nilai yang lama akan hilang atau ditimpa dengan nilai baru. Namun demikian, kita masih bisa menyimpan lebih dari satu nilai dalam satu variabel saja, yang disebut variabel array. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemui data yang memiliki banyak nilai, termasuk daftar nilai mata pelajaran Informatika sebuah kelas, misalnya. Menuliskan sebuah array dapat dilakukan dengan menggunakan tanda kurung siku seperti diperlihatkan pada Gambar 6.8 baris pertama.

      Karena satu variabel menyimpan banyak nilai, kita dapat menyebutkan nilai nilai tersebut sebagai nilai pertama (atau elemen indeks pertama), elemen kedua, elemen ketiga, dan seterusnya. Dalam bahasa pemrograman, mengakses nilai ke-n dari suatu array dapat dilakukan dengan menggunakan kurung siku persis setelah nama variabel array tersebut, misalnya pada baris kedua Gambar 6.8.

      Latihan 5

      1. Ketikkan baris perintah pertama dan kedua saja pada kode program Gambar 6.7 (tanpa kode baris ketiga dan seterusnya), kemudian jalankan programnya. Apakah output-nya bilangan 9?

      2. Padahal, kita ingin mencetak data ke-1 pada baris kedua tersebut. Mengapa tidak muncul bilangan 10? Indeks array dalam bahasa Python atau di hampir semua bahasa pemrograman dimulai dengan perhitungan nol, disebut indeks ke-0. Bilangan 9 seperti yang tercetak dari Gambar 6.7 ialah elemen dengan indeks ke-1 atau indeks pertama.

      d. Penelusuran Data/Pengulangan (Loop: for) Perhatikan bahwa dalam Gambar 6.8 baris pertama, kita hanya mencetak satu elemen sebuah data array pada indeks pertama. Pada baris ketiga dan kelima, kita mencetak banyak elemen, tetapi sebagai satu data utuh. Bagaimana jika kita ingin mencetak array sebagai elemen-elemen terpisah? Misalnya, kita ingin mencetak setiap elemen dengan memberikan keterangan indeksnya. Kita dapat menggunakan konsep Perulangan atau Loop dengan menggunakan perintah for, seperti ditunjukkan Gambar 6.9. Perintah for digunakan dengan menyertakan sebuah variabel baru untuk menelusuri setiap elemen di dalam variabel yang diberikan (setelah perintah in). Perhatikan baris ketiga Gambar 6.9.

      Karena for merupakan perintah blok (mengandung beberapa perintah lain), perlu diakhiri dengan tanda titik dua. Perintah-perintah yang dimaksudkan untuk ikut berulang mengikuti for ini dibuat menjorok ke kanan misalnya 1 tab. Perhatikan penulisan baris keempat dan kelima Gambar 6.9.

      Latihan 6

      1. Perhatikan baris kelima Gambar 6.9. Mengapa nomor indeks yang dicetak di baris sebelumnya, perlu ditambah 1 setiap perulangan?

      2. Bagaimana jika diganti, indeks ditambah dengan 2? Apa keluarannya? 3. Bagaimana jika dipindah, penambahan indeks dilakukan di baris keempat? Apa output-nya? 

      Kita dapat menggunakan perintah lain untuk mengulang, seperti perintah while. Kita dapat bereksplorasi terkait penggunaan while ini.

      Latihan 7

      Cari tahu penggunaan while dalam bahasa Python!

      e. Uji Kondisi (Branch: try)

      Perhatikan bahwa kode program pada Gambar 6.9, array diisi dengan satu jenis data, yaitu data bilangan. Namun demikian, sebuah array bisa diisi dengan data yang bervariasi, misal data bilangan dan data tekstual (karakter dengan tanda petik). Namun, bagaimana pengolahan data yang bervariasi seperti ini?

      Latihan 8 

      Ketik kode program pada Gambar 6.10! Kode program tersebut mencetak semua data di dalam array yang kemudian dibagi dua. Namun demikian, pengolahan seperti ini menghasilkan error. Error apa yang muncul? Apa maknanya? Gambar 6.10 Contoh Pengolahan Data yang Bervariasi Sumber: Dokumen Kemendikbud, 2021 Perhatikan bahwa data yang dicetak dengan dibagi dua terlebih dahulu ini memiliki variasi data seperti data bilangan dan data tekstual. Padahal, pembagian hanya bisa dilakukan pada bilangan dan oleh bilangan. Maka, akan terjadi kesalahan jika pembagian dilakukan pada data bilangan dan data tekstual. Perhatikan pesan kesalahannya berbunyi “Line 3. Unsupported operand types for /”, yang dibagi harus berupa bilangan dengan bilangan, bukan string/teks.

      Lalu, bagaimana jika kondisi data yang akan diolah bervariasi seperti di atas? Ada kalanya, user atau pengguna program memasukkan data yang benar. Namun ada kalanya, mereka melakukan kesalahan saat memasukkan data. Oleh karena itu, program yang dibuat harus memiliki mekanisme untuk menangani variasi data tersebut.

      Bagaimana penanganannya? Misalnya, jika data yang ada berupa bilangan, data langsung dibagi. Namun, jika data tidak bisa dibagi, berikan pesan bahwa data bukan merupakan angka/bilangan. Penanganan ini dalam konsep pemrograman disebut konsep percabangan atau branch. Salah satu perintah dalam Python yang dapat digunakan dalam percabangan ialah pasangan perintah try dan except seperti diperlihatkan pada Gambar 6.11.

      Secara umum, penggunaan blok try-except dapat dijelaskan dengan terjemahannya. Kita mencoba (trying) untuk mengeksekusi perintah-perintah (baris setelah try). Jika terjadi kesalahan, eksekusi akan dilempar/lompat ke baris except dan mengeksekusi baris di dalamnya. Jika tidak terjadi kesalahan hingga akhir perintah dalam try, akan keluar dari blok perintah try-except (dalam hal ini kembali ke perintah for untuk perulangan berikutnya). Dari mekanisme ini, muncul proses percabangan di mana ada pemrosesan data yang membagi bilangan dan mencetak hasil pembagiannya, dan ada pemrosesan data yang tidak mencetak bilangan, tetapi mencetak pesan “Bukan bilangan”.

      Latihan 9

      Ketik kode program pada Gambar 6.11! Berapa bilangan yang tercetak?

      Blok perintah try-except merupakan salah satu perintah yang digunakan untuk kasus percabangan untuk menguji suatu kondisi, dalam hal ini kasus kesalahan atau tidak. Ada perintah lain yang dapat digunakan untuk menangani kasus percabangan (branch), seperti perintah if dan blok perintah if-else.

      Latihan 10

      Cari tahu penggunaan branch if atau if-else dalam bahasa Python!

      f. Pustaka Kode (Library import)

      Saat memerlukan informasi yang mungkin belum pernah dipelajari dan tidak ditemukan di buku mata pelajaran yang kalian miliki, kalian akan pergi ke perpustakaan yang menyimpan banyak sekali buku dan informasi yang dapat kita cari. Seperti halnya perpustakaan sekolah, itur library atau pustaka di sebuah pemrograman memungkinkan kita untuk mendapatkan fungsionalitas yang tidak ada di program kita. Fungsionalitas ini disediakan oleh penyedia bahasa pemrograman atau komunitas tertentu yang memang sering menggunakan fungsionalitas tersebut. Library atau pustaka adalah koleksi program dan paket yang tersedia untuk berbagai penggunaan. Sebagai contoh, terdapat library Pandas. Kalian dapat mencoba untuk mengetikkan kode program seperti pada Gambar 6.12 sehingga menampilkan keluaran seperti pada Gambar 6.13. Perhatikan bahwa sebelum libraryPandas digunakan di Baris6 (pandas.DataFrame), kita perlu import terlebih dahulu library tersebut di Baris 1.


      Selasa, 24 Januari 2023

      Jaringan Lokal dan Internet

      Jaringan komputer menggunakan dua buah atau lebih perangkat dengan menggunakan sebuah sistem komunikasi yang terstandarisasi secara global, yaitu Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP). 

      Jaringan komputer yang menghubungkan komputer ada dua jenis, yaitu jaringan lokal dan jaringan internet. Perbedaan keduanya ada pada jangkauannya. Jaringan lokal memiliki jangkauan yang lebih terbatas dibandingkan dengan jaringan internet.


      1. Jaringan Lokal
      Jaringan lokal adalah jaringan komputer berkabel maupun nirkabel yang menghubungkan komputer dengan perangkat lainnya dalam area terbatas seperti tempat tinggal, sekolah, laboratorium, kampus universitas, atau gedung kantor. Perangkat atau komputer yang ada di jaringan lokal hanya bisa diakses oleh perangkat lain yang berada pada jaringan yang sama. Setiap perangkat atau komputer yang terhubung dalam jaringan lokal akan memiliki ID unik yang berbeda satu sama lainnya dan disebut Alamat IP (IP address), misalnya 192.168.0.1. Dalam implementasinya, biasanya satu perangkat akan disebut server, sedangkan perangkat lainnya disebut client.


      Gambar 5.2 menunjukkan contoh jaringan lokal 
      perangkat, yaitu tiga buah komputer, satu buah HP, dan satu buah laptop. Jika siswa perhatikan, setiap perangkat memiliki IP address yang berbeda. Karena IP address ini hanya berlaku pada jaringan lokal, bisa juga disebut sebagai IP private. Apa yang akan terjadi jika ada dua buah perangkat yang memiliki IP address yang sama?
      Apa sebenarnya arti dan fungsi dari IP address? IP address merupakan identitas sebuah komputer dalam jaringan komputer. IP address berfungsi sebagai alamat pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lain. Mungkin siswa bisa menganalogikan IP address seperti alamat rumah. Saat akan mengirim paket, tentunya akan lebih mudah kalau sudah mengetahui alamat pastinya. Sama halnya dengan ketika siswa akan mengirim data dari satu perangkat ke perangkat lain. siswa harus tahu data itu akan dikirim ke komputer dengan IP address yang mana. IP address sendiri biasanya terdiri atas 32 bit yang dipisah menjadi 4 bagian sehingga setiap bagian akan terdiri atas 8 bit. Nah, 8 bit ini merupakan bilangan biner yang diterjemahkan ke dalam bilangan desimal. Tentu siswa sudah belajar tentang bilangan biner. Berikut ini contoh dari IP
      address.
      IP address dalam bilangan biner : 10101100.11011001.00001010.00001110
      IP address :172.217.10.14


      2. Internet
      Berbeda dengan jaringan lokal yang hanya menghubungkan perangkat dengan jangkauan yang terbatas pada area tertentu saja misalnya perumahan, perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya, jaringan internet memiliki koneksi dengan cakupan yang lebih luas yang bisa menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Misalnya, siswa berada di Jakarta. Dengan jaringan internet, siswa bisa mengakses perangkat atau informasi yang ada di Kalimantan bahkan di negara lain. Luar biasa, ‘kan?
      Internet sendiri merupakan kepanjangan dari interconnection-networking, yaitu sebuah jaringan komputer yang menghubungkan banyak perangkat di seluruh dunia. Jaringan internet ini memungkinkan adanya pertukaran data paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Secara konsep, jaringan internet juga disebut jaringan area luas (Wide Area Network).
      Pada awalnya di tahun 1960-an, internet hanyalah sebagai proyek penelitian yang didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Kemudian, berkembang menjadi infrastruktur publik pada 1980-an dengan dukungan dari banyak universitas negeri dan perusahaan swasta.
      Untuk bisa mengakses jaringan internet, biasanya perangkat apa pun harus terhubung dengan salah satu Internet Service Provider (ISP) dengan menggunakan mekanisme koneksi internet tertentu. Jika jaringan lokal terhubung dengan ISP, baik secara berkabel maupun nirkabel, perangkat dalam jaringan lokal bisa mengakses internet. Hal ini ditunjukkan dengan garis merah (yang diasumsikan sebagai kabel) 

      Gambar 5.3. Sama seperti jaringan lokal, setiap perangkat pada jaringan internet juga
      harus memiliki IP address yang berbeda-beda. Karena IP address ini berlaku secara global, bisa juga disebut IP public. Akan tetapi, tidak semua perangkat lokal yang terhubung dengan internet memiliki IP public karena biasanya IP public hanya digunakan pada perangkat utama yang terhubung dengan jaringan internet secara langsung, dalam hal ini ada perangkat modem yang terhubung dengan ISP.


      3. Konektivitas Internet
      Koneksi dengan internet pada umumnya dilakukan menggunakan kabel internet yang bisa berupa kabel coaxial, kabel fiber optik maupun kabel twisted pair. Meski demikian, siswa juga bisa terhubung ke jaringan internet tanpa menggunakan kabel (wireless connection). Baik menggunakan kabel maupun tanpa kabel, keduanya memiliki metode tersendiri cara terkoneksi ke jaringan internet. Berikut ini beberapa jenis koneksi internet yang memungkinkan perangkat siswa terhubung ke dalamnya.


      a. Konektivitas Internet pada Jaringan Berkabel
      Konektivitas internet pada jaringan berkabel pada umumnya memanfaatkan jaringan kabel telepon maupun televisi yang terhubung dengan Internet Service Provider.
      Berikut ini beberapa konektivitas pada jaringan berkabel.
      1) Dial-Up PSTN (Public Switched Telephone Network)
      Di awal internet masuk ke Indonesia, teknologi Dial-Up untuk terkoneksi ke internet merupakan metode yang umum digunakan. Untuk terkoneksi dengan internet, Dial-Up memanfaatkan jaringan telepon rumah yang berbentuk kabel. Tiga perangkat yang harus dimiliki untuk koneksi ini ialah komputer, modem, dan sambungan telepon rumah. Dial-up ini akan bekerja melalui jalur PSTN (Public
      Switched Telephone Network) hingga bisa terhubung dengan ISP (Internet Service Provider). Kecepatan akses jenis koneksi internet Dial-Up hanya 12 hingga 20 Kbps, maksimum hanya 56 Kbps (kilobyte per second)..
      2) ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
      Sama seperti pada Dial-Up, koneksi internet ADSL juga bekerja dengan menggunakan teknologi modem. Modem yang digunakan bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz, berbeda dengan modem konvensional yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz. Dengan ADSL, kita bisa mengirimkan suara hingga fax ke pengguna lainnya dengan menggunakan rentang frekuensi yang berbeda. Konektivitas internet dengan ADSL pada prinsipnya sama dengan Dial-Up yang menggunakan jaringan telepon kabel, tetapi yang membedakan ialah jenis modemnya.
      3) LAN (Local Area Network)
      LAN termasuk koneksi internet yang banyak dikenal saat ini. Sistem kerjanya ialah menggunakan satu komputer sebagai server yang terhubung dengan internet menggunakan kabel telepon atau antena melalui Internet Service Provider. Kemudian, komputer lainnya hanya perlu terkoneksi dengan server
      untuk bisa mengakses internet dengan memakai kartu LAN (LAN Card) dan kabel koaksial (UTP). Jaringan koneksi internet ini hanya mencakup wilayah yang sangat kecil.

      b. Konektivitas Internet pada Jaringan Nirkabel
      Konektivitas internet pada jaringan nirkabel merupakan jaringan internet yang tidak menggunakan kabel untuk menghubungkan satu perangkat dan perangkat lain. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/ pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya inframerah. Berikut ini beberapa
      konektivitas pada jaringan nirkabel.
      1) GPRS (General Packet Radio Service)
      Jenis koneksi internet GPRS (General Packet Radio Service) menggunakan gelombang radio untuk komunikasi data dan suara. GPRS ini mempunyai kemampuan untuk mengirimkan data dan suara pada alat komunikasi bergerak. Sistem GPRS ini bisa dipakai untuk transfer data, berbentuk paket data yang terkait dengan pengiriman surel (surat elektronik) hingga berselancar di dunia maya. Layanan GPRS ini dipasang pada jenis ponsel dengan tipe GSM (Global Systems for Mobile Communications).
      2) WiFi
      WiFi merupakan singkatan dari wireless fidelity yang merupakan sistem standar yang digunakan untuk terkoneksi dengan internet tanpa menggunakan kabel. Teknologi ini memakai frekuensi tinggi, berada pada spektrum 2,4 GHz. Salah satu keunggulan jenis koneksi internet wifi ialah praktis karena tidak perlu memasang kabel jaringan. Namun, koneksi wifi memiliki jangkauan terbatas.
      3) Akses Satelit
      Jenis koneksi internet ini merupakan layanan internet yang memakai antena parabola sehingga kecepatan akses cukup tinggi. Namun, biasanya, jenis koneksi internet ini memang mahal terutama di Indonesia, meski sepadan dengan kecepatan aksesnya.


      Berpikir Komputasional

       Apa itu Berpikir Komputasional?
      Melalui Berpikir komputasional (BK), siswa akan berlatih berpikir seperti seorang ilmuwan Informatika, bukan berpikir seperti komputer karena komputer adalah mesin. Kegiatan utama dalam BK ialah penyelesaian masalah (problem solving), untuk menemukan solusi yang efisien, efektif, dan optimal sehingga solusinya bisa dijalankan oleh manusia maupun mesin. 

      Dengan kata lain, kegiatan dalam BK ialah mencari strategi untuk mengatasi persoalan. Persoalan apa yang akan diselesaikan? Sebetulnya, hampir semua persoalan sehari-hari mengandung konsep komputasi sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan mesin komputer. Sebagai contoh, robot yang bertugas melayani penjualan di restoran atau mengantar makanan dan obat untuk pasien di rumah sakit yang sudah dipakai di beberapa negara maju, sistem komputer untuk memantau perkebunan sawit yang siap panen dan sebagainya. Sistem computer pada hakikatnya meniru dunia ini untuk dijadikan dunia digital sehingga bisa membantu atau menggantikan manusia dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan
      yang sulit maupun membosankan. Ada 4 fondasi berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu Informatika, yaitu Abstraksi, Algoritma, Dekomposisi, dan Pola, yang sangat mendasar dan secara garis besar dijelaskan sebagai berikut.


      1. Abstraksi, yaitu menyarikan bagian penting dari suatu permasalahan dan mengabaikan yang tidak penting sehingga memudahkan fokus kepada solusi.
      2. Algoritma, yaitu menuliskan otomasi solusi melalui berpikir algoritmik (langkah-langkah yang terurut) untuk mencapai suatu tujuan (solusi). Jika langkah yang runtut ini diberikan ke komputer dalam bahasa yang dipahami oleh komputer, kalian akan dapat “memerintah” komputer mengerjakan langkah tersebut.
      3. Dekomposisi dan formulasi persoalan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien serta optimal dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu. Persoalan yang sulit apalagi besar akan menjadi mudah jika diselesaikan sebagian-sebagian secara sistematis.
      4. Pengenalan pola persoalan, generalisasi serta mentransfer proses penyelesaian persoalan ke persoalan lain yang sejenis. BK perlu diasah dengan latihan rutin, mulai dari persoalan sederhana dan kecil. 
      Kemudian, secara bertahap, persoalannya ditingkatkan menjadi makin besar, kompleks, dan 
      rumit. Makin besar dan kompleks suatu persoalan, solusinya makin membutuhkan komputer 
      agar dapat diselesaikan secara efisien. Pada tingkat SD dan SMP, strategi penyelesaian persoalan belum secara khusus dirumuskan dalam bentuk algoritma. Pada tingkat SMA, kalian akan belajar bagaimana caranya agar solusi masalahnya bisa dituliskan dalam bentuk algoritma yang efisien dan siap dibuat menjadi program komputer.

      Ruang permasalahan di dunia ini luas sekali, dan tentunya tak seorang pun ingin hidupnya menghadapi persoalan. Setiap bidang juga mempunyai persoalan dari sudut pandang bidang masing-masing, dan akan mengusulkan penyelesaian dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan bidangnya.
      Kita belajar dari persoalan-persoalan yang ada dan pernah diusulkan solusinya. Oleh karena itu, belajar penyelesaian persoalan ialah belajar dari kasus-kasus dan solusinya. Namun, persoalan yang dibahas itu perlu di adaptasi dengan konteks kita. Kita perlu membentuk pola persoalan dan pola solusi dari latihan penyelesaiannya. Karena sangat banyak, latihan persoalan perlu dipilih. Topik yang dipilih dalam BK untuk SMA dalam mata pelajaran Informatika merupakan persoalan-persoalan mendasar terkait kehidupan sehari-hari yang perlu dikuasai dan mengandung konsep Informatika yang dominan. Bisa saja persoalan tersebut berkaitan dengan bidang lain, tetapi kita akan fokus ke aspek informatika. Memusatkan penyelesaian persoalan dari satu sudut pandang ini merupakan berpikir kritis! 

      Dengan mempelajari dan membahas latihan-latihan pada unit pembelajaran ini, diharapkan kalian akan
      mendapatkan dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menemukan solusi-solusi yang membutuhkan program komputer. Melalui kasus yang dibahas, kalian diharapkan dapat membentuk katalog solusi, yang saat dibutuhkan, akan tinggal dipakai. Melalui kegiatan BK ini, siswa menabung potongan solusi yang kelak dapat dirangkai menjadi pola solusi yang dibutuhkan untuk persoalan nyata yang dihadapi.


      A. Pencarian (Searching)
      Hidup adalah pencarian yang tiada henti. Mari, kita berpikir ke pengalaman “mencari” dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan contoh berikut.
      1. Pernahkah kalian merasa kebingungan saat mencari sebuah buku di lemari buku kalian? Atau bahkan di perpustakaan? Saat kalian meminta bantuan kepada petugas perpustakaan, mengapa dia dapat menemukan buku yang kalian cari dengan waktu yang lebih singkat?
      2. Suatu hari, kalian kehilangan baju seragam yang harus dipakai pada hari itu dan kalian mencarinya. Apa strategi kalian supaya baju tersebut cepat ditemukan?
      3. Kalian mengingat sebuah potongan lirik lagu, tetapi tidak ingat judul lagu tersebut. Bagaimana kalian bisa menemukan lagu tersebut dengan cepat? Apa itu mencari? Mencari adalah menemukan “sesuatu” yang bisa berupa benda, angka, konsep, informasi yang memenuhi kriteria tertentu dalam suatu ruang pencarian. Masalah pencarian sangat umum ditemukan di dalam kehidupan, termasuk dalam dunia komputasi. Ketika melakukan suatu pencarian, kalian harus menemukan suatu benda atau objek yang
      memenuhi kriteria tertentu dari sekumpulan benda atau objek lain. Beberapa contoh dari masalah pencarian yang sering kalian temui ialah sebagai berikut.
      1. Mencari buku dengan judul tertentu di rak buku perpustakaan.
      2. Mencari pakaian batik seragam kalian di lemari yang berisi semua pakaian yang kalian miliki.
      3. Mencari dokumen atau web tertentu dengan mesin pencari seperti Google.
      Mencari benda nyata gampang, tinggal kita lihat dan kita cocokkan dengan mata. Namun,
      mencari informasi atau konsep yang tidak kelihatan?
      Masalah pencarian dapat dibuat dalam bentuk yang lebih formal agar dapat diterapkan
      pada banyak kasus. Elemen pada masalah pencarian meliputi hal-hal berikut.
      1. Sekumpulan benda atau objek.
      2. Kriteria dari benda atau objek yang dicari.
      3. Pengecekan benda atau objek, untuk memeriksa apakah ia memenuhi kriteria pencarian.


      Lembar Kerja 1
      Aktivitas Berpasangan : Tebak Angka
      Untuk memahami masalah pencarian, kalian akan bermain tebak angka. Pada saat bermain,
      siswa mencoba untuk memahami permainan tersebut dan identifikasi aspek-aspek masalah
      pencarian pada permainan tersebut. Siswa mencari strategi terbaik untuk menemukan angka
      yang dimiliki oleh teman dengan jumlah pengecekan sesedikit mungkin. Skenario Permainan
      Petunjuk bagi siswa:
      ● Pada permainan ini, kalian harus berpasangan dengan salah seorang teman.
      ● Teman kalian akan memilih sebuah angka bilangan bulat antara 1 – 100 (inklusif, angka 1 dan 100 juga boleh dipilih), dan angka tersebut akan ia rahasiakan.
      ● Tugas kalian ialah menemukan angka tersebut. Untuk menemukan angka tersebut, kalian harus mengecek apakah angka tebakan kalian ialah angka yang dimiliki oleh teman kalian. Kalian hanya bisa mengecek angka satu per satu dengan menyebutkan angka tebakan kalian tersebut. Setiap kali kalian menebak, teman kalian harus menjawab satu dari tiga kemungkinan berikut:
      1. “Benar” apabila angka yang kalian tebak sama dengan angka yang dimiliki teman kalian.
      2. “Angka milikku lebih kecil” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih kecil dari tebakan kalian.
      3. “Angka milikku lebih besar” apabila angka yang dimiliki teman kalian lebih besar dari tebakan kalian. Tentu saja, kalian dapat menebak angka apa pun, tetapi carilah strategi yang membuat kalian dapat dengan cepat (atau dengan kata lain jumlah tebakan sesedikit mungkin) menemukan
      angka yang dipilih oleh teman kalian.
      Catatlah angka-angka yang kalian tebak dan jumlah tebakan yang kalian lakukan di lembar
      kerja yang disediakan. Lakukan permainan ini minimal sebanyak dua kali. Pada permainan
      berikutnya, kalian bisa bertukar peran.
      Bahan diskusi
      Setelah bermain, saatnya kalian memikirkan makna permainan tersebut dan cara kalian
      bermain. Beberapa poin diskusi yang akan kalian lakukan seperti berikut.
      1. Apakah permainan ini merupakan masalah pencarian?
      2. Apabila Binti menjalankan strategi yang tepat, berapa kali jumlah maksimal tebakan yang benar-benar ia perlukan?
      3. Strategi pencarian seperti apa yang kalian lakukan untuk menebak sesedikit mungkin?
      4. Apakah strategi kalian berbeda dengan strategi yang dilakukan teman kalian? Jika berbeda, apa perbedaannya?
      5. Strategi paling bagus apa?

      B. Pengurutan (Sorting)
      Saat merapikan sesuatu, misalnya koleksi buku, kita menyusun buku tersebut dengan
      menggunakan suatu aturan. Misalnya, jika kita memiliki koleksi buku cerita berseri,
      kemungkinan besar kita akan menyusunnya secara berurut dari volume pertama hingga volume
      yang terbaru. Atau, ketika sedang berbaris, kita diminta untuk membentuk barisan berdasarkan
      tinggi badan. Hal-hal tersebut merupakan sebuah proses pengurutan atau sorting. Proses
      pengurutan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program komputer atau aplikasi
      yang sering kita gunakan. Pada aktivitas ini, kita akan melihat bagaimana proses pengurutan
      dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi.
      Pengurutan merupakan suatu permasalahan klasik pada komputasi yang dilakukan
      untuk mengatur agar suatu kelompok benda, objek, atau entitas diletakkan mengikuti aturan
      tertentu. Urutan yang paling sederhana misalnya mengurutkan angka secara terurut menaik
      atau menurun.
      Biasanya, masalah pengurutan terdiri atas sekumpulan objek yang disusun secara acak
      yang harus diurutkan. Setelah itu, secara sistematis, posisi objek diperbaiki dengan melakukan
      pertukaran posisi dua buah objek. Hal ini dilakukan secara terus-menerus hingga semua posisi
      objek benar.
      Terdapat beberapa teknik (algoritma) untuk melakukan pengurutan seperti bubble sort,
      insertion sort, quick sort, merge sort, dan selection sort. Pada unit ini, hanya akan diberikan
      penjelasan untuk setiap tiga teknik ialah sebagai berikut. Teknik lainnya dapat kalian pelajari
      dari referensi yang diberikan.
      1. Insertion Sort
      Insertion Sort adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk permasalahan
      pengurutan dalam list (daftar objek). Sesuai namanya, insertion sort mengurutkan sebuah list
      dengan cara menyisipkan elemen satu per satu sesuai dengan urutan besar kecilnya elemen
      hingga semua elemen menjadi list yang terurut. Misalnya, dalam kasus mengurutkan elemen
      list dari yang terkecil hingga terbesar (ascending), tahap pertama ialah kita akan membaca
      suatu elemen dengan elemen yang berdekatan. Apabila elemen yang berdekatan dengan
      elemen saat ini lebih kecil, elemen yang lebih kecil akan ditukar dengan elemen yang lebih
      besar dan dibandingkan kembali dengan elemen-elemen sebelumnya yang sudah terurut.
      Apabila elemen saat ini sudah lebih besar dari elemen sebelumnya, iterasi berhenti. Hal ini
      dijalankan satu per satu hingga semua list menjadi terurut.
      2. Selection sort
      Selection sort merupakan algoritma pengurutan yang juga cukup sederhana, dengan
      algoritma mencari (menyeleksi) bilangan terkecil/terbesar (bergantung pada urut naik atau turun)
      dari daftar bilangan yang belum terurut dan meletakkannya dalam daftar bilangan baru yang
      dijaga keterurutannya.
      Algoritma ini membagi daftar bilangan menjadi dua bagian, yaitu bagian terurut dan bagian
      yang belum terurut. Bagian yang terurut di sebelah kiri dan bagian yang belum terurut di
      sebelah kanan. Awalnya, semua elemen bilangan dalam daftar ialah bagian yang belum terurut,
      dan bagian yang terurut kosong.


      C. Tumpukan (Stack) dan Antrean (Queue)
      Kita akan mempelajari dua buah konsep cara penyimpanan data / objek dalam sebuah
      struktur yang akan menentukan urutan pemrosesan data/objek tersebut, yaitu tumpukan (stack)
      dan antrean (queue). Kedua konsep ini memiliki prosedur yang berbeda dalam menyimpan dan
      mengeluarkan data. Kedua konsep tersebut masing-masing memiliki peranan yang berbeda
      dan digunakan pada situasi yang berbeda pula.
      Bayangkan sebuah loket di sebuah rumah sakit, di mana para pasien yang akan berobat
      diminta untuk mendaftar lebih dahulu di loket penerimaan serta mengisi formulir pendaftaran.
      Setelah formulir tersebut diisi, para pasien akan mengembalikan formulir ke loket dan
      menunggu dipanggil oleh petugas. Kebetulan, di pagi hari, dokter yang bertugas belum datang
      sehingga para pasien harus menunggu. Ketika sang dokter tiba, petugas loket akan memanggil
      para pasien satu per satu untuk mendapat layanan.
      Perhatikan sekarang bagaimana urutan pasien itu dipanggil oleh petugas loket.
      1. Misalkan, petugas loket menumpuk formulir-formulir tersebut di mana formulir yang baru
      diterima diletakkan di atas formulir yang sudah diterima sebelumnya, kemudian ketika ketika
      memanggil pasien, petugas tersebut memanggil dengan urutan mulai dari formulir yang berada
      di atas tumpukan. Menurut kalian, apakah urutan tersebut adil/sesuai dengan yang diharapkan
      para pasien? Mengapa?
      2. Bagaimana cara petugas menyusun tumpukan formulir dan/atau cara urutan memanggil para
      pasien dari tumpukan formulir sedemikian rupa sehingga pasien yang datang dan mengisi
      formulir lebih dulu, akan dipanggil lebih dulu juga (dan sebaliknya)?
      Dalam dunia komputasi/informatika, terkadang, kita perlu untuk menyimpan data/objek
      dalam suatu urutan tertentu, untuk kemudian/sewaktu-waktu diambil/ dikeluarkan kembali,
      mungkin untuk diproses lebih lanjut atau untuk tujuan-tujuan lain. Ada dua cara utama kita
      dapat melakukan penyimpanan ini.
      1. Antrean (queue): pada metode ini, objek-objek disimpan dalam metode penyimpanan yang
      berupa sebuah antrean sehingga objek yang pertama/ lebih dulu datang, juga akan lebih dulu
      keluar/selesai, layaknya sebuah antrean di loket, pintu masuk, dll. Prinsip ini disebut prinsip
      First In First Out (FIFO). Dalam sebuah antrean orang, misalnya, jelas orang yang pertama
      datang akan berada di depan antrean, dan harus menjadi yang pertama yang mendapat
      pelayanan.
      2. Tumpukan (stack): pada metode ini, objek-objek disimpan dalam metode penyimpanan yang
      menyerupai sebuah tumpukan (misal: tumpukan piring). Dengan demikian, objek yang
      pertama/lebih dulu disimpan justru akan menjadi yang terakhir keluar. Prinsip ini disebut juga
      Last In First Out (LIFO). Dalam tumpukan piring, misalnya, piring pertama yang diletakkan akan
      berada di posisi paling bawah, dan jika kita ambil piring satu per satu dari tumpukan itu,
      tentunya piring yang berada di posisi paling bawah tersebut akan menjadi yang terakhir diambil.
      Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia informatika, kedua konsep
      urutan penyimpanan data tersebut memiliki peran dan kegunaan masing-masing. Ada
      permasalahan-permasalahan/situasi di mana antrean (FIFO) lebih cocok digunakan. Sebaliknya,
      ada juga permasalahan-permasalahan di mana tumpukan (LIFO) lebih tepat diterapkan. Untuk
      lebih memahami kedua konsep ini dan bagaimana mereka digunakan, mari, kita lakukan
      beberapa aktivitas di bawah ini.

      Selasa, 21 September 2021

      SISTEM KOMPUTER

      Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan

      Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang sistem komputer


      Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan:

      1. Memahami sistem bilangan (Desimal, Biner, Heksadesimal)

      2. Menganalisis relasi logika dasar, kombinasi dan sekuensial (NOT, AND, OR); (NOR,NAND,EXOR,EXNOR); (Flip Flop, Pencacah)

      3. Menerapkan operasi logika Aritmatik (Half-Full Adder, Ripple Carry Adder)

      4. Mengklasifikasikan rangkaian Multiplekser, Dekoder, Register

      5. Menerapkan elektronika dasar (kelistrikan, komponen elektronika dan skema rangkaian elektronika)

      6. Menerapkan dasar dasar mikrokontroler


      Pokok-pokok Materi :

      1. Sistem Bilangan(Desimal, Biner, Heksadesimal)

      2. Relasi logika dasar, kombinasi dan sekuensial (NOT, AND, OR); (NOR,NAND,EXOR,EXNOR); (Flip Flop, Pencacah)

      3. Operasi logika aritmetika (Half-Full Adder, Ripple Carry Adder)

      4. Rangkaian multiplekser, dekoder, dan register

      5. Elektronika Dasar (kelistrikan, komponen elektronika, dan skema rangkaian elektronika)

      6. Dasar-dasar mikrokontroler


      Uraian Materi

      A. Sistem Bilangan

      1. Pengertian Sistem Bilangan

      Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran

      dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia

      adalah system biilangan desimal, yaitu sistem bilangan yang menggunakan 10

      macam simbol untuk mewakili suatu besaran. Sistem ini banyak digunakan karena

      manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan. Lain halnya

      dengan komputer, logika di komputer diwakili oleh bentuk elemen dua keadaan

      yaitu off (tidak ada arus) dan on (ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam

      sistem bilangan biner yang mempunyai dua macam nilai untuk mewakili suatu

      besaran nilai. Selain sistem bilangan biner, komputer juga menggunakan sistem

      bilangan oktal dan heksadesimal.

      2. Konsep sistem bilangan Desimal, Biner, Heksadesimal

      Sistem bilangan desimal menggunakan 10 macam simbol bilangan

      berbentuk 10 digit angka, yaitu 0, 1 , 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem bilangan

      desimal menggunakan basis atau radiks 10. Bentuk nilai bilangan desimal berupa

      integer desimal atau pecahan desimal.

      Tabel 1.1. Bilangan Desimal

                                                            (Sumber : Haryanto & Sucipto, 2013)

      Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2

      digit yaitu 0 dan 1. 0 dan 1 disebut sebagai bilangan binary digit atau bit. Bilangan

      biner ini digunakan sebagai dasar kompetensi digital. Bobot faktor untuk bilangan

      biner adalah pangkat / kelipatan 2. Sistem bilangan biner menggunakan 2 macam

      simbol bilangan berbentuk 2 digit angka, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner

      menggunakan basis 2.

      Tabel 1.2. Bilangan Biner

      (Sumber: Haryanto & Sucipto, 2013)

      Sistem bilangan oktal menggunakan 8 macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2,

      3, 4, 5, 6, 7. Sistem bilangan oktal menggunakan basis 8. Nilai tempat sistem

      bilangan oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8 sebagai berikut.

      Tabel 1.3. Bilangan Oktal

      (Sumber: Haryanto & Sucipto, 2013)

      Sistem bilangan heksadesimal menggunakan 16 macam simbol, yaltu 0, 1,

      2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C. D, E, dan F. Sistem bilangan heksadesimal

      menggunakan basis 16. Sistem bilangan heksadesimal digunakan untuk alasanalasan

      tertentu di beberapa komputer. Nilai tempat sistem bilangan

      heksadesimal merupakan perpangkatan dari nilai 16, seperti ditunjukkan pada

      tabel berikut.

      Tabel 1.4. Bilangan Heksadesimal

      Sumber: Haryanto & Sucipto, 2013)

      3. Pengubahan Biner ke Desimal

      Berikut ini prosedur pengubahan bilangan biner menjadi bilangan desimal.

      Misalnya, diberikan bilangan 110011B. Pertama kali dituliskan bilangan biner

      sebagai berikut. (Akhiran B untuk menyatakan bahwa angka didepannya adalah

      bilangan biner (demikian juga D untuk desimal, H untuk heksadesimal, O untuk

      oktal).

      Biner 1 1 0 0 1 1 . Titik biner

      Desimal 25 24 21 20 =

      32 16 0 0 2 1 = 51

      Gambar 1. 1. Pengubahan bilangan Biner ke desimal

      Tambahkan empat bilangan desimal untuk mendapatkan ekuivalen desimal.

      Maka akan didapatkan bahwa biner 110011B sama dengan angka desimal 51D.

      4. Pengubahan Desimal ke Biner

      Pada saat bekerja dengan peralatan elektronik digital, seringkali harus dapat

      mengubah bilangan desimal ke bilangan biner. Pembahasan selanjutnya dengan

      suatu metode yang membantu menyelesaikan pengubahan ini. Salah satu cara

      mengubah bilangan desimal 13 ke bilangan biner, adalah sebagai berikut:

      Pengubahan bilangan pada 


      Gambar 1.2. dimana bilangan 13D sama dengan bilangan biner 1101B.

      5. Bilangan Heksadesimal

      Sistem bilangan heksadesimal menggunakan 16 simbol 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,

      8, 9, A, B, C, D, E, dan F disebut sebagai sistem berdasar 16. Heksadesimal dan

      biner adalah ekuivalen untuk bilangan desimal 0 sarnpai 17. Perlu dicatat bahwa

      huruf “A” merupakan singkatan untuk 10D, “B” untuk 11D, dan sebagainya.

      Kelebihan dari sistem heksadesimal ialah mampu rnengubah secara langsung dan

      bilangan biner empat bit. Sebagai contoh, bilangan heksadesimal A6H akan menyatakan bilangan biner delapan-bit 10100110B. Berdasarkan tabel dapat

      langsung dapat mengubah bilangan dari biner ke desimal atau sebaliknya.


      Tabel 1.5. Bilangan Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal

      (Sumber: Haryanto & Sucipto, 2013)

      Konversi dari bilangan heksadesimal ke bilangan biner dapat dilakukan

      dengan mengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner

      sebagai berikut. Berarti bilangan heksadesimal D4H adalah 11010100B dalam

      bilangan biner.

      D 4

      1101 0100

      Konversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan

      dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner. Misalnya bilangan biner

      11010100 dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal dengan cara:

      1101 0100

      D 4

      Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan

      cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan nilai tempatnya.