Penelusuran

Selamat Datang

Terima Kasih telah masuk ke Blog berbagi ini. Semoga isi blog ini dapat berguna bagi kita bersama . Aamiin...... ( By Erna Widayati )

Kamis, 09 April 2026

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Algoritma adalah serangkaian langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah. Tipe Data adalah klasifikasi nilai yang digunakan untuk memberi tahu komputer cara mengolah data tersebut

Flowchart (diagram alir) berfungsi sebagai representasi visual dari algoritma tersebut menggunakan simbol-simbol standar. 

1.  Konsep Dasar Algoritma

      Setiap algoritma yang efektif harus memenuhi beberapa syarat utama: 

·   Input        : Memiliki nol atau lebih nilai masukan.

·   Proses       : Langkah-langkah komputasi yang jelas dan tidak ambigu.

·   Output      : Menghasilkan minimal satu nilai keluaran sebagai solusi.

·  Finiteness: Harus berhenti setelah menjalankan sejumlah langkah terbatas.

·  Efisiensi   : Menggunakan waktu dan memori yang optimal. 

 2.  Struktur Dasar Algoritma: 

·           Sequential (Runtunan) :   

        Langkah-langkah dilakukan secara berurutan. Contoh: Resep masakan, dimana langkah 1 harus  dilakukan sebelum langkah 2

·          Branching (Percabangan) :

        Memilih jalur berdasarkan kondisi tertentu (IF-THEN-ELSE). Contoh: Jika nilai > 75, maka "Lulus"; jika tidak, maka "Tidak Lulus"

·          Looping (Perulangan) :   

       Mengulang langkah selama kondisi terpenuhi. Contoh: Mencetak angka 1 sampai 10, atau  mengulang login password hingga benar. 

3.  Simbol Flowchart yang Sering Digunakan 

     Dalam menyusun flowchart, simbol tertentu mewakili fungsi spesifik: 

·   Terminator (Oval) : Menandai awal (Start) dan akhir (End) program.

·   Input/Output (Jajar Genjang): Proses membaca data atau menampilkan hasil.

·   Process (Persegi Panjang) : Langkah pengolahan data atau perhitungan.

·    Decision (Belah Ketupat): Titik keputusan yang memerlukan jawaban "Ya"/ "Tidak".

·   Arrow (Garis Alir): Menunjukkan arah aliran proses.  

4. Tipe Data dalam Flowchart

     Meskipun flowchart bersifat visual, variabel di dalamnya tetap mengacu pada tipe
      data tertentu untuk menentukan bagaimana data diproses: 
·           Integer     : Untuk bilangan bulat (contoh: 10, -5).
·           Real/Float: Untuk bilangan pecahan atau desimal (contoh: 3.14).
·           String    : Untuk kumpulan karakter atau teks (contoh: "Nama User").

·           Boolean: Hanya memiliki dua nilai, yaitu True (Benar) atau False (Salah), biasanya digunakan                     pada simbol Decision.

      ·           Char    : Untuk satu karakter tunggal (contoh: 'A', '$').


5.  Model Penyajian Algoritma

·           Naratif        : Bahasa sehari-hari.

·           Flowchart    : Diagram alir dengan simbol-simbol khusus.

·           Pseudocode : Kode semu yang mirip bahasa pemrograman. 

 

6. Contoh Algoritma Pemrograman

    Berikut adalah lima contoh algoritma dilengkapi dengan flowchart untuk dapat menghitung

     berbagai bidang :

1.       Menghitung Keliling Lingkaran.

r = jari-jari lingkaran dan phi. Rumus keliling lingkaran adalah K=2 x phi x r
Algoritmanya dapat meliputi penetapan nilai phi sebagai 3,14 dan penghitungan jari-jari. Hasil K akan dicetak sebagai output ke perangkat output.

2.        Menghitung Luas Segitiga

Petujunjuknya melibatkan a sebagai alas dan t sebagai tinggi. 

Luas segitiga dihitung dengan rumus L=½ xa x t

Algoritma ini meminta pengguna untuk memasukkan nilai alas dan tinggi segitiga dan nilai L akan dicetak sebagai keluaran ke perangkat output.

3.        Mengirim Surat

Algoritma jenis ini berupa pengiriman surat, meliputi menulis surat, menyiapkan amplop, memasukkan surat ke dalam amplop, merekatkan amplop, mencari alamat tujuan, menuliskan alamat tersebut di amplop, menempelkan perangko, dan menyerahkan surat ke petugas di kantor pos. 

4.        Menghitung Luas Persegi Panjang

Input dapat terdiri dari p (panjang) dan l (lebar)Luas persegi panjang dapat dihitung dengan rumus L= p x l . Algoritma ini dapat melibatkan penginputan nilai panjang dan lebar, dengan nilai L dicetak sebagai output ke perangkat output.

5.     Menghitung Keliling Persegi Berdasarkan Luas
Diberikan L sebagai luas dan S sebagai sisi
Sisi dihitung dengan rumus S = ½ dan keliling persegi dihitung dengan K = 4 x S
Algoritma ini dapat mengharuskan pengguna untuk menginput luas persegi, menghitung sisi, dan menghitung keliling dengan nilai K dicetak sebagai output ke perangkat output.



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya berharap teman-teman mau memberikan saran dan komentar yang membangun untuk perbaikan blog ini selanjutmya. Terimakasih (Erna)